Pengetahuan konstruksi & material dalam desain arsitektur
Detail konstruksi merupakan momok di masa kuliah. Terutama bagi mereka yang kurang mengetahui konstruksi bangunan secara real di lapangan. Penerapan sebuah desain di dalam pelaksanaan merupakan sebuah proses yang tidak dapat diabaikan. Arsitek sebagai penggagas ide, pencetus dan pengarah dari sebuah desain mempunyai peranan penting dalam rekayasa konstruksi.
Arsitektur = Seni + Teknik
Berbeda dengan rekan-rekan kita di dunia desain grafis. Arsitek dengan latar belakang seni dituntut untuk menyajikan secara terpadu dengan faktor-faktor teknis yang ada. Desain grafis dengan sisi seni mereka, dapat dengan mudah membuat sebuah bentukan estetis tanpa perlu memikirkan : apakah nanti bentukan tersebut dapat berdiri?
Pendapat yang menganggap struktur beserta detail konstruksinya merupakan sebuah “kerangkeng” bagi arsitek dalam berkarya bisa dikatakan benar. Akan tetapi, lebih baik lagi bila sudut pandang tersebut kita ubah menjadi sebuah tantangan dalam berkarya.
Pengetahuan Detail konstruksi = desain lebih maksimal
Apa yang mau kita desain apabila cara merangkainya saja kita tidak tahu? Seringkali setelah lulus saya tidak melakukan kegiatan desain arsitektural. Tetapi justru nongkrong di proyek melihat tukang-tukang bekerja. Saya amati cara mereka merangkai besi. Menganyam bendrat, membuat kuda-kuda kayu, memasang kusen pada batu bata, melihat sambungan slab precast dengan balok, melihat joint baut kuda-kuda baja, joint kuda-kuda baja ringan dengan ring balk, joint cyclone dengan atap seng dsb.
Seeing is beliving.. some people said….
Pengetahuan Material dan Struktur
Arsitek dengan ide-ide mereka bila didukung dengan pengertian akan perkembangan teknologi struktur dan material akan melaju pesat. Ambil contoh, bangunan Gramedia baru di jalan Basuki Rahmat. Coba kita perhatikan cladding metalnya. Warnanya bunglon. Yup! bisa berubah warna! dari samping warna perak, dari depan merah muda. Contoh kombinasi ide dengan kemajuan material. Tengok showroom Honda di Basuki Rahmat. Spider fitting-nya cukup “menawan hati”. Salah satu contoh kemajuan struktur yang dikombinasikan dengan ide. Tengok bangunan 3 lantai yang berjajar di kiri-kanan sepanjang jalan masuk Citraland (dari arah lontar). Ketika masih tahap struktur bangunan tersebut terlihat biasa saja. Nothing special people said… setelah diberi penutup jendela nilai estetika bangunan tersebut melonjak pesat. Penutup jendela yang berbentuk lobang-lobang dengan nuansa putih-abu-abu memberikan nilai plus tersendiri. Contoh perkawinan ide dengan material baru.
Melihat Masa Depan









