Pengetahuan konstruksi & material dalam desain arsitektur

2008 Maret 5
by erwin4rch

Detail konstruksi merupakan momok di masa kuliah. Terutama bagi mereka yang kurang mengetahui konstruksi bangunan secara real di lapangan. Penerapan sebuah desain di dalam pelaksanaan merupakan sebuah proses yang tidak dapat diabaikan. Arsitek sebagai penggagas ide, pencetus dan pengarah dari sebuah desain mempunyai peranan penting dalam rekayasa konstruksi.

Arsitektur = Seni + Teknik

Berbeda dengan rekan-rekan kita di dunia desain grafis. Arsitek dengan latar belakang seni dituntut untuk menyajikan secara terpadu dengan faktor-faktor teknis yang ada. Desain grafis dengan sisi seni mereka, dapat dengan mudah membuat sebuah bentukan estetis tanpa perlu memikirkan : apakah nanti bentukan tersebut dapat berdiri?

Pendapat yang menganggap struktur beserta detail konstruksinya merupakan sebuah “kerangkeng” bagi arsitek dalam berkarya bisa dikatakan benar. Akan tetapi, lebih baik lagi bila sudut pandang tersebut kita ubah menjadi sebuah tantangan dalam berkarya.

Pengetahuan Detail konstruksi = desain lebih maksimal

Apa yang mau kita desain apabila cara merangkainya saja kita tidak tahu? Seringkali setelah lulus saya tidak melakukan kegiatan desain arsitektural. Tetapi justru nongkrong di proyek melihat tukang-tukang bekerja. Saya amati cara mereka merangkai besi. Menganyam bendrat, membuat kuda-kuda kayu, memasang kusen pada batu bata, melihat sambungan slab precast dengan balok, melihat joint baut kuda-kuda baja, joint kuda-kuda baja ringan dengan ring balk, joint cyclone dengan atap seng dsb.

Seeing is beliving.. some people said….

Pengetahuan Material dan Struktur

Arsitek dengan ide-ide mereka bila didukung dengan pengertian akan perkembangan teknologi struktur dan material akan melaju pesat. Ambil contoh, bangunan Gramedia baru di jalan Basuki Rahmat. Coba kita perhatikan cladding metalnya. Warnanya bunglon. Yup! bisa berubah warna! dari samping warna perak, dari depan merah muda. Contoh kombinasi ide dengan kemajuan material. Tengok showroom Honda di Basuki Rahmat. Spider fitting-nya cukup “menawan hati”. Salah satu contoh kemajuan struktur yang dikombinasikan dengan ide. Tengok bangunan 3 lantai yang berjajar di kiri-kanan sepanjang jalan masuk Citraland (dari arah lontar). Ketika masih tahap struktur bangunan tersebut terlihat biasa saja. Nothing special people said… setelah diberi penutup jendela nilai estetika bangunan tersebut melonjak pesat. Penutup jendela yang berbentuk lobang-lobang dengan nuansa putih-abu-abu memberikan nilai plus tersendiri. Contoh perkawinan ide dengan material baru.

Melihat Masa Depan

Arsitek pada dasarnya adalah ide. namun ide tersebut dapat berkembang lebih baik dengan didukung oleh pengetahuan yang luas akan struktur dan material. Selalu mencari pengetahuan baru. Mencari tahu cara aplikasi serta mengembangkannya dalam bentukan. Masa depan untuk ide yang baik itu ada di sini, di dalam buku-buku dan internet.
Salam,
Erwin
Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS