Advanced Computer Rendering Dalam Dunia Arsitektur (Vray, Final Render, Mental Ray)

2008 Maret 18

contoh rendering

Teknologi komputer dalam visualisasi arsitektur berkembang cukup pesat dewasa ini. Penggunaan teknologi rekayasa komputer menghasilkan output yang bagus dan hampir menyerupai gambar/foto asli. Jauh berbeda dengan jaman dahulu ketika para arsitek-arsitek “purba” masih menggunakan pensil, rapido, kuas dsb. Perkembangan ke arah komputerisasi cukup diminati oleh para arsitek-arsitek sekarang. Bahkan tidak jarang mereka lebih fokus pada spesialisasi Computer Rendering atau sering juga disebut para “Visualization Masters“.

Para seniman render aka. Visualization Masters, menggunakan banyak jenis software dalam penggunaannya. Tentunya untuk menghasilkan sebuah output yang baik, dukungan “senjata” juga harus komplit dan mendukung.

Mengapa kiprah komputer rendering pada era 2003 baru mulai nampak? Bukankah sudah dari dahulu komputer sudah dapat menghasilkan gambar rendering arsitektural? Jawabannya adalah : TEKNOLOGI.

Proses pembuatan gambar CGI arsitektural di komputer membutuhkan proses modelling, texturing, lighting dan rendering. Untuk teknologi terdahulu, pengguna terbatas untuk melakukan simulasi cahaya dalam komputer. Dalam teknologi lanjutan, komputer memungkinkan pengguna untuk melakukan sebuah simulasi cahaya yang melibatkan ratusan, bahkan ribuan algoritma perhitungan matematis dikombinasikan dengan elemen 3D yang ada. Perhitungan tersebut membawa pengguna pada suatu hasil rendering yang lebih akurat dan lebih mendekati kenyataan. Bahkan dengan menggunakan algoritma tersebut, tidak jarang pengguna komputer ikut terbengong-bengong atas hasil rendering mereka sendiri! Secara umum, penggunaan algoritma perhitungan di atas dapat disebut sebagai Global Illumination.

Konsepsi Dasar Global Illumination.

Cahaya, merupakan elemen penting di dalam dunia rendering. Di dunia nyata, cahaya yang datang akan selalu memantul dari permukaan satu menuju permukaan lainnya. Cahaya di dunia nyata tidak pernah berhenti memantul hingga berkas tersebut kehabisan energi.

Dunia rendering tanpa Global Illumination (GI) akan menghasilkan efek sinar yang tidak memantul. Ketika berkas sinar dari sumber cahaya mengenai sebuah benda, ia akan berhenti di situ. Tidak ada pantulan lanjutan. Penggunaan GI memungkinkan pantulan-pantulan cahaya di dunia nyata untuk disimulasikan di dalam dunia komputer.

Sebagai ilustrasi, saya mengambil konsepsi penjelasan dari Final Render yang saya anggap cukup mewakili dan dapat menjelaskan secara garis besar prinsip dasar GI.

Denah

Saya mempunyai sebuah kotak yang terdiri dari 2 buah ruangan, dipisahkan oleh sekat dengan lubang pada bagian ujung belakang. Pada ruangan sisi kiri, saya letakkan sebuah bola dan pada sisi kanan saya letakkan sebuah senter. Kemudian saya menempatkan kepala saya pada ruangan sisi kiri. Saya mencoba melihat bola yang saya letakkan dengan bantuan penerangan dari senter yang saya tempatkan di ruangan sebelah. (Perlu diketahui bahwa pada bagian ujung belakang sekat berlubang, sehingga memungkinkan cahaya untuk tembus ke ruangan kiri).

Apa yang terjadi bila ruangan tersebut kita render? Tanpa GI, hasilnya akan seperti ini :

no GI

Coba kita perhatikan gambar di atas. Tampak bahwa senter yang kita letakkan pada sisi kanan ruangan berhasil tembus hingga ruangan kiri. Namun secara keseluruhan, cahaya yang terjadi sangat tidak sesuai dengan kenyataan. Perhatikan juga warna hitam yang mendominasi gambar di atas. Hal tersebut terjadi karena cahaya yang datang hanya mengenai latar belakang dari kotak dan berhenti. Bagaimana bila hal yang sama kita simulasikan dengan menggunakan GI?

Perhatikan perbedaanya dengan gambar sebelumnya. Warna hitam yang semula mendominasi kini berkurang. Warna-warna dinding mulai keluar. Bahkan bayangan di sekitar bagian bawah bola sudah terlihat. Tone gradasi cahaya juga sudah mulai tercipta. Inilah gambaran sesungguhnya yang mendekati kenyataan. GI meniru perilaku cahaya dengan melakukan kalkulasi terhadap berkas-berkas cahaya yang ada. GI memproses, memantulkan semua berkas-berkas cahaya tersebut sehingga didapatkan perilaku cahaya yang mendekati aslinya. Berbekal prinsip dasar sederhana tersebut, pengguna komputer semakin mudah dalam mencapai sebuah rendering realistik /Photorealistic rendering

Perhatikan meratanya cahaya dalam rendering interior

Bayangan yang tercipta lebih soft dan lebih realistik

Image ini hanya menggunakan 1 sumber cahaya, dari sisi luar (kanan)

Perhatikan lembutnya gradasi bayangan yang tercipta

Software Utama

Software yang dapat digunakan untuk program rendering diantaranya adalah :

  • Autodesk AutoCAD (versi 2007 ke atas dengan MentalRay Built in)
  • 3Ds Max (dengan menggunakan Mental Ray & Radiosity Built in)
  • Kerkythea 2008 (dengan engine bawaannya Kerkythea)
  • dsb
Apa yang saya sebutkan di atas merupakan software utama. Fasilitas Global Illumination yang ditawarkan pada umumnya merupakan Plug-in built in. (sudah anda dapatkan ketika anda menginstall).
Beberapa rekan yang kurang puas dengan plug-in bawaan tersebut, cenderung untuk melakukan instalasi tambahan (dengan lisensi tersendiri) guna mencapai hasil rendering yang lebih maksimum. Plug-in bawaan tersebut diantaranya adalah V-ray, Final Render, dsb. Manakah yang lebih baik?
Andalah yang menentukannya.
Demikian sekilas tentang Global Illumination. Semoga dapat memberikan wawasan kepada anda sekalian. Saran, pertanyaan, masukkan are welcome.
Salam,
Erwin.

12 Responses leave one →
  1. 2008 April 17

    Mas bagaimana dengan intericad 6000 untuk interior ? saya belum coba sih…

  2. 2008 April 17
    Aloysius Erwin permalink

    Sama nih Mas Datyo.. saya juga belum sempat coba software itu.

    Setidaknya mungkin lebih baik bila kita “stick” ke satu atau dua software yang benar-benar cocok untuk kita. Daripada ganti-ganti software nanti tambah bingung sendiri.

    (Pengalaman dulu kapok. Habis pakai mental ray, ganti pakai Final render, lalu ganti lagi V-ray. Skill yang dipunyai ya itu-itu saja. Berkembangnya menjadi sulit).

    Hehe. Tapi jangan dijadikan halangan untuk mencoba sesuatu yang baru ya..
    Salam.

  3. 2008 April 23
    febri permalink

    kira2 rendering yang sudah mendekati realistis apa ya mas Erwin!!

  4. 2008 Mei 14
    erwin4rch permalink

    Mas Febri, saya kurang memahami apa yang bapak maksudkan.
    Apakah yang anda maksudkan adalah :
    “Program rendering apa yang dapat menghasilkan output yang realistis?”

    Bila pertanyaan anda demikian, maka saya dapat mengatakan bahwa :

    kuncinya sebenarnya bukan pada “pisaunya”, melainkan lebih kepada “pemakai/pengguna” pisau tersebut.

    Dengan kata lain, terlepas dari software apapun yang digunakan,
    bila penggunanya mempunyai feel of art yang tinggi maka ia mempunyai kemungkinan lebih tinggi untuk menghasilkan gambar yang realistis.

  5. 2008 Juni 7
    bill permalink

    oeeee….aloo….
    Kerkythea 2008 tuh buat apaan seh….?
    blog-nya keren deh….tnyata u orangnya detil ama envy sekitar yah….sampe foto2 busway segala
    thx man…
    billy arst 99

  6. 2008 Juni 7
    erwin4rch permalink

    Haaaii Billy….Senang ada suku 99 yang mampir.
    Hehehe.
    Kerkythea itu program freeware untuk rendering.
    Seperti yang kita ketahui bahwa dengan maraknya sweeping terhadap software illegal memicu perkembangan software ke arah freeware.
    Kerkythea ini merupakan program rendering gratis dengan fitur2 lumayan. Memang ada beberapa kesulitan seperti library yang masih harus di download lagi dari situs resminya. Namun overall program ini worthed kok.

    Salam Bill.

    Hehehe..

  7. 2008 Juni 9
    bill permalink

    woookeee….
    thx man buat sharingnya….
    tuh freeware program yg berdiri sendiri ato plug-in?
    gue seh pakenya v-ray…tp baru belajar aja…
    ga pernah nongkrong d indocg?
    congrats yah udah merit…
    kapan punya momongan?

  8. 2008 Juni 14
    erwin4rch permalink

    Kerkythea itu program yang berdiri sendiri. Klo v-ray sih software wajib buat “tukang render”. Jadi udah makanan sehari-hari. Hahaha..

    Setiap hari aku “nongkrong” di indocg kok.
    Thx yaaa..

  9. 2008 Nopember 14
    sasti permalink

    Halo mas erwin
    Untuk pembelajaran lebih lanjut ttg v-ray dll mas erwin dpt dimana ya?
    dan boleh tau spec comp nya?
    saya sempat jd pengajar 3D max dan V-ray di jakarta, skrg saya pindah ke sby.
    Thx

  10. 2008 Nopember 14
    erwin4rch permalink

    Bu Santi, salam kenal.
    Terima kasih sudah mampir.
    Saya mengenal dan belajar v-ray secara otodidak bu. (Belajar sendiri).
    Cara yang saya tempuh biasanya melalui internet. Cukup banyak tips, trik dan tutorial yang bisa kita dapatkan dari internet.
    Saya juga berdomisili di Surabaya. Semoga bisa bertemu anda di lain kesempatan. :D
    Salam.

  11. 2008 Nopember 24

    hi erwin,
    salam kenal..

    lansung nih, ente tau cara setting yg optimum untuk render interior scenes ga di kerkythea?
    maksudnya,antara waktu dan hasil yg oke..

    thx!

  12. 2008 Nopember 24
    erwin4rch permalink

    Pak Lilo, salam kenal.
    Mungkin anda bisa coba di link berikut ini :
    http://www.studiorola.com/tutorials/rendering-tutorials/kerkythea-basic-rendering-setup-part-1/

    Semoga dapat membantu..

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS