Kehilangan Klien Gara-Gara Naik Sepeda Motor

2008 April 21
by erwin4rch

Haha, Jangan tertawa dulu melihat judul di atas..

Hal yang saya maksudkan disini adalah klien yang menemui kita menganggap remeh dikarenakan penampilan kita yang tidak meyakinkan dan …. naiksepeda motor ketika pertemuan pertama kali.

(Bisa apa anak ini? Gitu kok minta bayaran mahal.., kok penampilannya tidak seperti yang aku bayangkan dsb.. ) Mungkin mereka berpikir demikian.

Sebenarnya menurut perasaan saya sudah terjadi 2 kali. Seperti biasa, begitu mendapat telepon akan sebuah calon kerjaan, saya pun berangkat menemui si klien. Waktu itu, bertepatan saya berkeliling dengan menggunakan sepeda motor. Daripada balik kantor, ganti mobil (belum macetnya lagi..) maka saya memutuskan untuk langsung menemui klien dengan “belalang tempur” saya.

Sebenarnya tidak akan menjadi masalah apabila pertemuan dilakukan di sebuah lobby hotel atau di sebuah depot. Hal tersebut dikarenakan kita dapat mempersiapkan diri dulu sebelum bertemu dengan klien. Jaket kulit saya letakkan di bawah sadel. Begitu pula dengan helm. Saya sempat sisiran dahulu. Tas sudah saya siapkan di bahu. jreng! Siap perang..

Namun, apes kok lokasi yang dipilih oleh klien adalah alun-alun kota. Bertemunya di parkiran lagi..

Karena ini adalah pertemuan pertama, tentunya si klien membayangkan segala yang positif, bahkan saking positifnya mungkin terlalu tinggi.. Sehingga harapannya anjlok ketika bertemu dengan saya yang :

terbungkus rapat dengan jaket hitam, rambut semi awut-awutan, dan…. naik sepeda motor bebek lengkap dengan sarung tangan dan helmnya.

Sesudah pembicaraan, saya tidak pernah dihubungi kembali bahkan saya telpon pun tidak diangkat.

Sebuah pengalaman batinku..

Pertama kali mengalami hal tersebut saya menyalahkan si klien. Dasar klien tidak berwawasan! Melihat orang kok dari segi fisik luarnya. melihat orang kok dari kendaraannya? Lihatlah cara berpikirnya. Lihatlah kemampuan sosialisasinya. dsb dsb..

Apa akan berbeda jika saya bertemu klien di parkiran dengan membawa Honda Jazz, menggunakan kemeja putih lengan panjang merk Armani dengan jam tangan merk Guess? (demikian angan-angan saya, dengan agak emosi..)

Lalu ketika saya instropeksi diri sendiri, saya jadi sadar diri dan tertawa geli… Mengapa? Karena saya membayangkan menjadi klien tersebut, dan melihat kesalahan yang ada pada diri saya.

Ketika kita bertemu dengan klien untuk pertama kalinya, kesan pertama sangatlah penting. Arsitek dan Sipil tidaklah melulu hal teknis. Mereka juga melibatkan bidang marketing. Apabila marketing kacau, maka seterusnya juga akan terpengaruh. Penampilan untuk kesan pertama termasuk perlu diperhitungkan.

Saya mencoba belajar dari teman-teman saya di ERA, Ray white, Century 21. Ternyata marketing juga tidaklah gampang. First impression yang saya sampaikan di artikel ini hanyalah bagian kecil dari marketing. Seterusnya, saya masih harus banyak belajar lagi.. Hidup kan memang untuk belajar.

Artikel ini saya tulis agar rekan-rekan yang membaca tidak mengalami hal yang senasib. Cukup saya saja. Mari belajar dari pengalaman.

Kalau ditanya : Lho Pak Erwin, berarti sekarang naik mobil terus dong?

Saya menjawab : Masih lebih sayang sama sepeda motorku…… Kelilingan kota dengan sepuasnya dengan Rp.10.000,00 perak, plus anti macet. Sepeda motor? Tetap favoritku.

Salam..

14 Responses leave one →
  1. 2008 April 24

    tapi kalo di jakarta anda mungkin bisa kehilangan klien kalo pake mobil, lah wong macetnya edan kok….bisa-bisa kita telat ketemu si calon klien hehehehe….

  2. 2008 April 24
    Aloysius Erwin permalink

    Haii ketemu lagii…
    Memang Jakarta kalau macet mengerikan yah?
    Hehe jadi serba salah ya, pake sepeda motor dan mobil….
    hahaha…

  3. 2008 Mei 5

    salam kenal om

    wah pengalamannya ampir sama dgn gw jg.. ehehehhehe.. tapi beda situasi, kalo gw waktu itu ama cewek.. gpp om, tetep semangat aja.. gw jg ngga minder kok dgn tampang seadanya kyk gw.. hehehe.. lanjut perjuangannya pak..

  4. 2008 Juli 9
    Yulianto Maliang permalink

    Salam kakak Erwin,

    First impression dalam bertemu klien benar2 diperhatikan terutama di Surabaya, tergantung daerah, jenis klien. Jika kliennya tipe elegan yah bisa di ragukan penampilan kita bila bergaya sporty. Apalagi proyeknya tingkat prestigiusnya cukup tinggi

    Tapi pede aja, itu tergantung dari sikap kita sewaktu menanggapi. Dulu saja gw ketemu klien naik sepeda pancal ==> alasannya lagi olahraga biar sehat !! (aslinya sepedamotor gw dipakai saudara) untung diterima setelah bersilat lidah a, b ,c …… dll.

    YULIANTO MALIANG
    ———————
    Architect, Design Coordinator

    Sibang Kaja, Banjar Saren
    Abiansemal, Badung 80352
    Bali, Indonesia

    Mobile: +62 812 1610178
    +62 361 3132016
    Skype: Yulianto
    website:
    http://www.ptbambu.com
    http://www.GreenSchool.org

  5. 2008 Juli 11

    Baru kali ini aku bener2 baca tulisan2mu :) Ah kalo aku sih cuek aja, sudah sering berhadapan ama org yg penampilan keren tp otaknya otak udang jd aku gak imprest bgt ama penampilan, yang penting rapi aja tp mau naik belalang tempur atau dgn jazz with armani gak masalah blass…..

  6. 2008 Juli 11

    Eh ada lagi lagi… na calon klienmu sendiri apa gak kurang norak ! he he he…. ketemuan di parkiran alun2 kota ? wow emangnya mau pepe ngadep Sultan….? Ha ha ha…..

  7. 2008 Juli 11
    erwin4rch permalink

    Thx Yulianto. :)
    Semoga anda juga semakin maju..
    Makasih sudah mampir..
    Sukses selalu.. Haha..

  8. 2008 Juli 11
    erwin4rch permalink

    Kaka Carlos, my ‘big’ brother…
    Pemikiran yang menarik. hehe..
    Yah itung-itung sharing pengalaman aja.
    Masak cuma cerita yang bahagia saja. Jd biar imbang.
    Salam.

  9. 2008 Juli 17
    jumai permalink

    Hi erwin…….nama kamu udah terkenal dr dulu (dr carlos n chris he he he) baru skr baca blog nya

    cuman komen aja, emang kata pepatah “don’t judge the book by its cover” tapi sayang kita sendiri aja kadang beli buku aja kalo covernya gak menarik males beli nya……….he he he

  10. 2008 Juli 18
    erwin4rch permalink

    Salaaam.. Terima kasih sudah mampir Jumai..
    Saya juga sudah lama lihat kiprah anda di blog kakak Carlos.
    http://www.anandbhavan.wordpress.com/
    Terima kasih sudah mampir. :D

  11. 2008 Agustus 28
    christina permalink

    Saya juga punya pengalaman seputar hal tersebut. Tiba- tiba saya dipromosikan menjadi General Manager sebuah Beauty Clinic di sebuah kota kecil .

    Kebiasaan saya dulu waktu sebagai Finance sering beli bakso sendiri didepan kantor, naik angkot, berpakaian sesukanya .

    Ketika saya melakukan hal yang sama. Salah seorang Staff menghampiri saya.Bu Biar saja nanti saya antar kan. Saya merasa semua ngak boleh saya lakukan .

    Oh… ternyata belakangan saya sadar Image Perusahaan yang saya sandang .Di sebuah kota kecil ketemunya pejabat2 daerah, orang2 pengusaha yang itu2 saja.

    Yah Begitulah Dunia

  12. 2008 Agustus 29
    erwin4rch permalink

    Salam kenal Bu Christina..
    memang image berpengaruh pada kehidupan kita ya.
    Kita pun diharuskan membiasakan diri dengan ‘brand’ yang dibawa di punggung kita.

    Senang anda telah mampir.
    sukses selalu Bu..
    Salam. Erwin

  13. 2008 September 19
    Wenny Setiawati permalink

    Jadi teringat sama cerita temen gue… arsitek senior di tempat kerjaku dulu…

    Dia bela-belain beli MOBIL daripada beli rumah dulu, padahal udah punya keluarga dan mereka akhirnya ngontrak rumah.
    Alasannya sama sepertimu. biar ketemu klien lebih meyakinkan.

  14. 2008 September 19
    erwin4rch permalink

    Yahh begitula Wen..
    Terkadang ‘prestige’ mengalahkan hal-hal yang lain.
    Kembali lagi kepada prinsip pribadi masing-masing. Ha ha. :D

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS