<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Arsitek Dalam Dunia Kerja</title>
	<atom:link href="http://erwin4rch.wordpress.com/2008/07/11/arsitek-dalam-dunia-kerja/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://erwin4rch.wordpress.com/2008/07/11/arsitek-dalam-dunia-kerja/</link>
	<description>Architecture - Building - Visualization - Urban</description>
	<lastBuildDate>Fri, 01 Jan 2010 05:17:24 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: erwin4rch</title>
		<link>http://erwin4rch.wordpress.com/2008/07/11/arsitek-dalam-dunia-kerja/#comment-530</link>
		<dc:creator>erwin4rch</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Feb 2009 15:28:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://erwin4rch.wordpress.com/?p=146#comment-530</guid>
		<description>Hai Lala. Salam kenal..
Senang dapat bertemu dengan teman seprofesi...
Monggo YM saya.. bisa di aloy_zeus@yaho.com (untuk yaho tambahkan dengan &#039;o&#039; lagi jadi &#039;yahoo&#039;). Maaf agak saya samarkan. Untuk mencegah spammers.

Sukses selalu untuk Lala. Jalan kita masih panjang. ^_^</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hai Lala. Salam kenal..<br />
Senang dapat bertemu dengan teman seprofesi&#8230;<br />
Monggo YM saya.. bisa di <a href="mailto:aloy_zeus@yaho.com">aloy_zeus@yaho.com</a> (untuk yaho tambahkan dengan &#8216;o&#8217; lagi jadi &#8216;yahoo&#8217;). Maaf agak saya samarkan. Untuk mencegah spammers.</p>
<p>Sukses selalu untuk Lala. Jalan kita masih panjang. ^_^</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: lala</title>
		<link>http://erwin4rch.wordpress.com/2008/07/11/arsitek-dalam-dunia-kerja/#comment-529</link>
		<dc:creator>lala</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Feb 2009 08:46:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://erwin4rch.wordpress.com/?p=146#comment-529</guid>
		<description>hi! boleh nanya gak? kamu belajar  architecture juga ya?
em... aku belajar architecture,tapi aku kuliah di taiwan jadi gak gitu tau di indonesia sama taiwan pelajarannya beda jauh gak..
em..kalo kamu ada waktu,boleh ngobrol2 gak? lewat msn?
kalo ok mail me ok?
thank you!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hi! boleh nanya gak? kamu belajar  architecture juga ya?<br />
em&#8230; aku belajar architecture,tapi aku kuliah di taiwan jadi gak gitu tau di indonesia sama taiwan pelajarannya beda jauh gak..<br />
em..kalo kamu ada waktu,boleh ngobrol2 gak? lewat msn?<br />
kalo ok mail me ok?<br />
thank you!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: erwin4rch</title>
		<link>http://erwin4rch.wordpress.com/2008/07/11/arsitek-dalam-dunia-kerja/#comment-225</link>
		<dc:creator>erwin4rch</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 00:11:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://erwin4rch.wordpress.com/?p=146#comment-225</guid>
		<description>Abang Carlos, saya sudah membuatkan tulisan seputar topik yang berkembang ini. Silahkan kunjungi link berikut :
http://erwin4rch.wordpress.com/2008/09/22/desainer-klien/</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Abang Carlos, saya sudah membuatkan tulisan seputar topik yang berkembang ini. Silahkan kunjungi link berikut :<br />
<a href="http://erwin4rch.wordpress.com/2008/09/22/desainer-klien/" rel="nofollow">http://erwin4rch.wordpress.com/2008/09/22/desainer-klien/</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Antonio Carlos</title>
		<link>http://erwin4rch.wordpress.com/2008/07/11/arsitek-dalam-dunia-kerja/#comment-224</link>
		<dc:creator>Antonio Carlos</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2008 05:07:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://erwin4rch.wordpress.com/?p=146#comment-224</guid>
		<description>Kalo gitu sesungguhnya yang jadi &quot;owner&quot; dari sebuah rancangan siapa ? Pemesan yg punya ide dan konsep asli sampe ke detil2nya atau sang designer yg mewujudkan ide itu menjadi sebuah benda yg real</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalo gitu sesungguhnya yang jadi &#8220;owner&#8221; dari sebuah rancangan siapa ? Pemesan yg punya ide dan konsep asli sampe ke detil2nya atau sang designer yg mewujudkan ide itu menjadi sebuah benda yg real</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: erwin4rch</title>
		<link>http://erwin4rch.wordpress.com/2008/07/11/arsitek-dalam-dunia-kerja/#comment-223</link>
		<dc:creator>erwin4rch</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2008 01:59:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://erwin4rch.wordpress.com/?p=146#comment-223</guid>
		<description>@Carlos:
apa yang anda alami adalah persis seperti yang saya ceritakan di atas. pada sudut pandang pertama. 

ranah desain memang sangat luas, tetapi permasalahan yg timbul hampir serupa.

pada gilirannya, pihak desainer harus memahami situasi yg terjadi dan berusaha &quot;memutasi&quot; metode pendekatan dgn kliennya.

bahasa sederhananya, yang kita cari adalah win-win solution. pihak owner senang karena merasa ikut desain, kita sendiri juga senang karena berhasil mengakomodir keinginan klien tersebut tanpa merusak desain makronya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Carlos:<br />
apa yang anda alami adalah persis seperti yang saya ceritakan di atas. pada sudut pandang pertama. </p>
<p>ranah desain memang sangat luas, tetapi permasalahan yg timbul hampir serupa.</p>
<p>pada gilirannya, pihak desainer harus memahami situasi yg terjadi dan berusaha &#8220;memutasi&#8221; metode pendekatan dgn kliennya.</p>
<p>bahasa sederhananya, yang kita cari adalah win-win solution. pihak owner senang karena merasa ikut desain, kita sendiri juga senang karena berhasil mengakomodir keinginan klien tersebut tanpa merusak desain makronya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Antonio Carlos</title>
		<link>http://erwin4rch.wordpress.com/2008/07/11/arsitek-dalam-dunia-kerja/#comment-222</link>
		<dc:creator>Antonio Carlos</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2008 01:28:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://erwin4rch.wordpress.com/?p=146#comment-222</guid>
		<description>Design by owner....??? Menarik..... karena aku baru mengalami hal yg rada sama. Aku punya designer grafis yg mengklaim bahwa karya2 yg dihasilkan selama ini adalah karyanya..... Padahal kenyataannya dia hanya mewujudkan ide yg ada di pikiranku hanya karena aku bukan designer grafis jd aku serahin ke dia...... Tp semua ide dan konsep dari aku. So.....???</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Design by owner&#8230;.??? Menarik&#8230;.. karena aku baru mengalami hal yg rada sama. Aku punya designer grafis yg mengklaim bahwa karya2 yg dihasilkan selama ini adalah karyanya&#8230;.. Padahal kenyataannya dia hanya mewujudkan ide yg ada di pikiranku hanya karena aku bukan designer grafis jd aku serahin ke dia&#8230;&#8230; Tp semua ide dan konsep dari aku. So&#8230;..???</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Bill</title>
		<link>http://erwin4rch.wordpress.com/2008/07/11/arsitek-dalam-dunia-kerja/#comment-163</link>
		<dc:creator>Bill</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Aug 2008 12:55:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://erwin4rch.wordpress.com/?p=146#comment-163</guid>
		<description>Salam kenal buat Pak Carlos....
Thanks buat masukannya...

Awalnya kadang bete juga menghadapi masalah tersebut....
tapi setelah dipikir2...maklum juga kalo pelanggan jadi cerewet....karena mereka akan mengeluarkan uang yg tidak sedikit (biaya bangunnya kan ga murah....moga2 biaya desainnya juga ga murah....hehehe...)

mereka butuh kepastian agar hasilnya tidak mengecewakan....

Menurut YB Mangunwijaya, profesi arsitek memang belum diakui penuh...
lain dengan profesi seorang dokter yang pasiennya tidak akan mendikte dalam penulisan resep....

Ya itung2...para arsitek masih dalam tahap &quot;tabib&quot; sebelum jadi dokter</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam kenal buat Pak Carlos&#8230;.<br />
Thanks buat masukannya&#8230;</p>
<p>Awalnya kadang bete juga menghadapi masalah tersebut&#8230;.<br />
tapi setelah dipikir2&#8230;maklum juga kalo pelanggan jadi cerewet&#8230;.karena mereka akan mengeluarkan uang yg tidak sedikit (biaya bangunnya kan ga murah&#8230;.moga2 biaya desainnya juga ga murah&#8230;.hehehe&#8230;)</p>
<p>mereka butuh kepastian agar hasilnya tidak mengecewakan&#8230;.</p>
<p>Menurut YB Mangunwijaya, profesi arsitek memang belum diakui penuh&#8230;<br />
lain dengan profesi seorang dokter yang pasiennya tidak akan mendikte dalam penulisan resep&#8230;.</p>
<p>Ya itung2&#8230;para arsitek masih dalam tahap &#8220;tabib&#8221; sebelum jadi dokter</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: erwin4rch</title>
		<link>http://erwin4rch.wordpress.com/2008/07/11/arsitek-dalam-dunia-kerja/#comment-139</link>
		<dc:creator>erwin4rch</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Jul 2008 15:56:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://erwin4rch.wordpress.com/?p=146#comment-139</guid>
		<description>Hallo Bill, Carlos...
Apa yang saudara Billy alami adalah suatu kenyataan sering kita hadapi. 
Pada akhirnya, desain bangunan tersebut adalah &quot;design by owner&quot;, dan bukan desain kita. (meskipun kita yang kerja banting tulang.., tulang kok dibanting ?? :D )
Ada 2 sudut pandang dalam melihat masalah tersebut.

Pertama..
Arsitek yang desainnya sesuai dengan taste/selera nya sendiri (yang diakui sendiri bagus..) tentunya bersifat relatif. Maksud saya, bagusnya si Arsitek tentunya tidak sama dengan bagusnya si Owner.
Hal tersebut mungkin yang memacu si owner untuk mengambil jalan pintas, dan meminta si Arsitek untuk mencontoh bangunan lain. Tujuannya simple, biar cepat.
Bila kita lihat sisi positifnya : Arsitek yang baik harus bisa mewujudkan &#039;bagus/indah&#039; dari sudut pandang klien, bukan dari sudut pandang dia.

Sudut pandang kedua :
Si Arsitek tentunya sudah paham betul mana yang baik dan mana yang kurang baik. Seharusnya si klien menyerahkan pemilihan model, bentuk dan material kepada arsitek. Mengapa? Karena si Arsitek tahu yang terbaik. Dengan pengalaman dan jam terbang mereka yang sedemikian lama, sudah tentu mereka paham betul bagaimana cara mendesain bangunan. Bila klien ikut campur terlalu dalam, maka akan merusak jiwa desain secara keseluruhan.

Got it? Ada dua kubu, ada dua cara berpikir. Saya tidak menyarankan untuk memilih yang mana. Hanya sekadar menceritakan saja.
pengalaman yang saya alami.

Dua kubu di atas seperti  dua buah &#039;agama&#039; yang berbeda, dan agak sulit digabungkan. Aliran &#039;klien&#039; dan aliran &#039;kreatifitas&#039;.

Yang pasti, dengan menyadari adanya hal seperti itu kita sudah selangkah lebih maju. tinggal bagaimana kita menyikapi dalam dunia kerja. 

Salam Bill n Carlos..
Kedatangan kalian kunanti lagi. :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hallo Bill, Carlos&#8230;<br />
Apa yang saudara Billy alami adalah suatu kenyataan sering kita hadapi.<br />
Pada akhirnya, desain bangunan tersebut adalah &#8220;design by owner&#8221;, dan bukan desain kita. (meskipun kita yang kerja banting tulang.., tulang kok dibanting ?? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  )<br />
Ada 2 sudut pandang dalam melihat masalah tersebut.</p>
<p>Pertama..<br />
Arsitek yang desainnya sesuai dengan taste/selera nya sendiri (yang diakui sendiri bagus..) tentunya bersifat relatif. Maksud saya, bagusnya si Arsitek tentunya tidak sama dengan bagusnya si Owner.<br />
Hal tersebut mungkin yang memacu si owner untuk mengambil jalan pintas, dan meminta si Arsitek untuk mencontoh bangunan lain. Tujuannya simple, biar cepat.<br />
Bila kita lihat sisi positifnya : Arsitek yang baik harus bisa mewujudkan &#8216;bagus/indah&#8217; dari sudut pandang klien, bukan dari sudut pandang dia.</p>
<p>Sudut pandang kedua :<br />
Si Arsitek tentunya sudah paham betul mana yang baik dan mana yang kurang baik. Seharusnya si klien menyerahkan pemilihan model, bentuk dan material kepada arsitek. Mengapa? Karena si Arsitek tahu yang terbaik. Dengan pengalaman dan jam terbang mereka yang sedemikian lama, sudah tentu mereka paham betul bagaimana cara mendesain bangunan. Bila klien ikut campur terlalu dalam, maka akan merusak jiwa desain secara keseluruhan.</p>
<p>Got it? Ada dua kubu, ada dua cara berpikir. Saya tidak menyarankan untuk memilih yang mana. Hanya sekadar menceritakan saja.<br />
pengalaman yang saya alami.</p>
<p>Dua kubu di atas seperti  dua buah &#8216;agama&#8217; yang berbeda, dan agak sulit digabungkan. Aliran &#8216;klien&#8217; dan aliran &#8216;kreatifitas&#8217;.</p>
<p>Yang pasti, dengan menyadari adanya hal seperti itu kita sudah selangkah lebih maju. tinggal bagaimana kita menyikapi dalam dunia kerja. </p>
<p>Salam Bill n Carlos..<br />
Kedatangan kalian kunanti lagi. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Antonio Carlos</title>
		<link>http://erwin4rch.wordpress.com/2008/07/11/arsitek-dalam-dunia-kerja/#comment-138</link>
		<dc:creator>Antonio Carlos</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Jul 2008 12:03:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://erwin4rch.wordpress.com/?p=146#comment-138</guid>
		<description>Tulisanku diatas didedikasikan untuk sdr bill 99 (mesti lupa nulis @..... #$%[*&amp;^#*}&amp;^%$#*&amp;^)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisanku diatas didedikasikan untuk sdr bill 99 (mesti lupa nulis @&#8230;.. #$%[*&amp;^#*}&amp;^%$#*&amp;^)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Antonio Carlos</title>
		<link>http://erwin4rch.wordpress.com/2008/07/11/arsitek-dalam-dunia-kerja/#comment-137</link>
		<dc:creator>Antonio Carlos</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Jul 2008 11:59:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://erwin4rch.wordpress.com/?p=146#comment-137</guid>
		<description>Aku bukan arsitek tp mungkin quite understand perasaan anda...... Yah gimana ya, karena bagaimanapun berlaku hukum pelanggan adalah raja(termasuk klien he he he......) Tp yg penting gimana kita bisa menjaga agar api kreatifitas gak hilang karena termakan rutinitas ngerjain gitu2 aja spt make up bangunan or whatever lah...... (maunya sih ngiklanin blogku hua ha ha..... :D )</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Aku bukan arsitek tp mungkin quite understand perasaan anda&#8230;&#8230; Yah gimana ya, karena bagaimanapun berlaku hukum pelanggan adalah raja(termasuk klien he he he&#8230;&#8230;) Tp yg penting gimana kita bisa menjaga agar api kreatifitas gak hilang karena termakan rutinitas ngerjain gitu2 aja spt make up bangunan or whatever lah&#8230;&#8230; (maunya sih ngiklanin blogku hua ha ha&#8230;.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  )</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
