Apa isi kepala Arsitek?

2008 Agustus 7
by erwin4rch

Bila jawaban anda adalah otak, maka yang saya maksud lebih dari itu.

Melalui tulisan ini, saya mencoba menelusuri jejak yang sering hilang dan kurang diperhatikan di permukaan. Yaitu : Cara berpikir seorang arsitek.

Seringkali yang kita amati adalah hasil akhir dari sebuah desain. Penilaian yang dilakukan pun berdasarkan hasil yang dicapai. Bila hasil yang dillihat kurang memuaskan maka dapat dikatakan desain tersebut gagal. Tetapi proses untuk menghasilkan output tersebut tidaklah terekam dan terpublikasikan.

Sampai sekarang ranah dunia desain diibaratkan seperti ‘berkabut dan gelap’. Hal tersebut dikarenakan tidak sebuah patokan pasti yang harus diikuti untuk sukses. Seorang desainer seperti berlayar di lautan berkabut dan berimprovisasi seusai dengan halangan yang terlihat di depan mata.

Prolog

Inspired By Bryan Lawson – Arsitek dan Psikolog

Cerita 1 :

Seorang mekanik mesin berhasil mendesain sebuah gearbox mobil model terbaru. Efisiensi yang dihasilkannya dapat menghemat biaya hingga 3/4 biaya standar. Belum lagi tingkat keausan oli yang diyakini dapat berkurang hingga 10%.

Cerita 2:

Seorang desainer baju berhasil mengeluarkan rancangan gaun malam terbarunya. Paduan kain rajutan dengan aksen mutiara pada bagian leher membuat baju tersebut terasa anggun dan elegan.

Cerita 1 dan cerita 2 adalah cerita tentang desain bukan? Namun perbedaannya cukup ekstrim. Si Mekanik melakukan desain gearbox dengan yang saya istilahkan ‘tepat, terencana, sistematik, dan matematis’. Sebaliknya, si desainer baju melakukan desain pakaian dengan pemikiran yang’imajinatif, spontan,acak, dan tidak pasti.

Lucunya Kedua-duanya disebut desain!

Ok, sekarang bayangkan cerita 1 digabungkan dengan cerita 2….

Itulah pola pikir arsitek. Melibatkan pola pikir yang tepat dan tidak pasti, sistematik dan acak, matematis dan imajinatif. Kalau makanan mungkin sudah jadi gado-gado..

Contoh pola pikir matematis sistematis seperti pemikiran akan kebutuhan ruangan-ruangan yang ada, bagaimana sebuah kamar tidur diletakkan? KM/WC apakah ditaruh di dalam kamar atau di luar? Tiangnya mau pakai beton atau baja? Bagaimana cara menyambung kuda-kuda kayu dengan beton.

Contoh pola pikir imajinatif acak adalah : Bagaimanakan model jendelanya? Apakah bagus jika diberi lis putih di atas pintu? Sebaiknya diberi batu alam di samping jendela dsb.

Celakanya, pola pikir tersebut seringkali bertabrakan satu dengan lainnya. Seringkali kita dihadapkan kepada situasi sulit yang timbul karena konflik antara dua pola pikir tersebut. Memang seorang arsitek pada dasarnya dilatih untuk peka dan kreatif dalam mengkombinasikan keadaan tersebut.

Peka dan kreatif yang seperti apa? Apakah ada panduannya? Sehingga kita lebih mudah mengikutinya? Apakah tidak ada semacam tips dan triknya?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, saya ajak saudara untuk mencoba membaca tips dan trik dalam bermain golf dan meniup seruling di bawah ini :

Cara memukul bola golf dengan baik : Bengkokkan lututmu secara perlahan, lalu selagi tubuh bagian atasmu mendekat ke arah bola, jangan sampai pinggangmu terlalu membungkuk. Tangan sepenuhnya meraih bola, tetapi alami, tanpa perasaan harus memukul bola itu…. ayunkan tongkat ke belakang dengan lengan kiri lurus, membiarkan siku kanan menekuk melingkari tubuh… kepala harus ditahan untuk memandang bola… kepala adalah titik pivot. (Lee Trevino, 1972 – I Can Help Your Game)

Cara meniup seruling yang baik : Jagalah agar bibir tertutup perlahan, tarik bibir sedikit hingga ke ujung seperti ketika kamu setengah senyum, hati – hati jangan sampai menariknya ke dalam sama sekali selama proses berlangsung. “Senyum” yang mungkin agak mengejek ini, harus menarik pipi ke dalam, rapat ke gigi-gigi di bagian pinggir dan aksi muskular ini akan menghasilkan ketegasan bibir di bagian ujung. Sekarang, tiup lubang suling melalui pinggiran luarnya, napas akan sedikit membuka bagian tengah bibir dan, ketika tiupan udara menekan pinggiran luar, kepala suling akan berbunyi. (F. B. Chapman (1973 – Flute Technique)

Saya yakin setelah membaca dua cara di atas tentunya anda paham maksud saya. Bagi orang yang telah terlatih tentunya hal di atas tidak masalah. Bahkan mereka dapat melakukan teknik persis seperti dipaparkan di atas sembari memikirkan anjing mereka di rumah. Tetapi bagi pemula, siapa yang dapat memberi ekspresi pada musik ketika pikirannya penuh dengan saran Chapman mengenai posisi bibir? :D

Sedikit contoh lagi yang paling gampang dibayangkan adalah mengendarai kendaraan. Sepeda Motor ataupun mobil sama saja. Ketika anda pertama kali belajar, pikiran anda penuh dengan cara mengoper gigi, kapan menginjak rem, kapan rem dulu baru kopling, kapan lampu sign dinyalakan dsb. Tetapi coba perhatikan setelah 5 tahun berjalan. Anda kini bahkan bisa naik sepeda motor sambil memikirkan hal lain . Entah anjing anda di rumah, istri anda, tagihan-tagihan anda dsb. Bahkan anda mungkin bertelpon sambil mengemudi. (Tentunya dengan handsfree biar safe..)

Proses berpikir adalah sebuah keahlian. Pada awalnya sulit. Tetapi seiring dengan berjalannya waktu BERPIKIR akan menjadi KEAHLIAN dari seorang desainer, khususnya seorang ARSITEK. Thinking is a Skill.

Terima kasih kepada Bryan Lawson seorang arsitek yang menulis buku HOW DESIGNERS THINK (dari sudut pandang arsitek dan psikologi). Saya cuma sekedar mencoba menguraikannya dengan bahasa saya sendiri apa yang ada di buku tersebut karena saya merasa isinya berguna untuk kita semua. Masih ada bab-bab lainnya, bila waktunya mencukupi akan saya coba tuliskan. Salam, Erwin. :D

3 Tanggapan leave one →
  1. 2008 Agustus 8

    Pertamax…… :D Disitulah kehebatan otak kita bekerja…… Masalahnya kemampuan yg luar biasa ini dibikin jadi biasa2 oleh perspektif mental kita yang kerdil dan gak bisa out from the box. Dan kalo ada orang lain bisa, dianggap jenius atau malah disiriki he he he….. Siapa aja bisa sehebat arsitek asal “BERLATIH”. Berlatih apa ? Ya berlatih berpikir lah…….

  2. 2008 Agustus 21
    erwin4rch permalink

    Haha.. memang tidak hanya otot saja yang bisa dilatih..
    Otak juga bagian yang penting kan?
    Saya punya kenalan Kakek sudah tua, tapi ingatannya sangat hebat. Ternyata dia dahulu bekerja sebagai satpam.
    Tuntutan pekerjaannya memaksa dia untuk selalu mengingat ciri setiap orang yang lewat di posnya.
    Ternyata kebiasannya mengingat terbawa hingga saat tua.
    Salam.

  3. 2008 Agustus 22

    Alm Omaku jga perempuan yg sangat kuat ingatannya. Sampe meninggalnya di usia 83 tahun tetep tokcer tuh daya ingatnya dan ternyata latihannya Figjig di majalah Intisari tiap bulan (figjig itu semacam teka-teki silang tp berupa angka2, angelnya naudzubillah min dzalik)
    Salam juga :)

Tinggalkan Balasan

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS