Skip to content

Desain Bangunan dan Pernikahan

September 25, 2008

Lho Pak, kok judulnya nggak nyambung?

Memang saya sengaja menulis seperti itu kok. :D

Bila kita lihat, pada majalah-majalah, website maupun sarana informasi lainnya, banyak sekali yang memasukkan hasil desainnya sebagai portfolio. (website ini juga termasuk deh.. :D ). Pada paparan tersebut akan dibahas bagaimana konsep perencanaannya, desain strukturnya, penataan ruangnya, proses pembangunannya hingga peresmiannya. Lengkap. Intinya adalah memaparkan proses perjalanan desain dari 0 hingga selesai.

Namun sedikit sekali yang membahas tentang : Bangunan tersebut setelah ditempati oleh pemiliknya!

Saya terus terang agak ‘tersentil’ oleh masukkan dari rekan Rolando dari Bali yang berkunjung ke site saya. Dalam komentar dia menuliskan : “Pak, bagaimana kondisi bangunan tersebut setelah dihuni? Sekali-kali diceritakan juga dong.”

Saya menjadi sadar bahwa selama ini pemikiran saya baru separuh. Maksud saya sebuah desain bangunan yang baik tentunya baru dapat diketahui setelah ditempati oleh penghuninya. Kesan positif maupun negatif adalah sebuah input yang baik bagi saya sebagai desainer untuk perkembangan ke depan.

Bisa jadi sebuah desain bangunan dalam benak saya adalah sempurna, saya masukkan ke dalam website, saya blow-up fitur-fitur desainnya. Namun pada sisi sebaliknya, si penghuni ‘menderita’ karena beberapa ketidakcocokan dengan desain saya.

Bagi saya hal tersebut adalah fatal. Mengapa? Karena kita mendesain bangunan bukan untuk ditempati oleh kita sendiri, tetapi oleh si pemilik itu sendiri.

Ok….. lalu…., apa ya hubungannya dengan Pernikahan? (yang di judul itu?)

Setelah sadar akan hal di atas, saya jadi teringat akan teman saya seorang mentor konseling pernikahan. Dia menyebutkan bahwa slogan sebuah pernikahan bukanlah : “And They Live Happily Ever After.” Menurut dia sebuah ikatan pernikahan yang baru saja diresmikan mempunyai slogan : “And it just a beginning…”.

Setelah menikah, pasangan suami – istri akan memasuki babak baru. Sebuah dunia yang jauh berbeda ketika pacaran. Di dunia tersebut ‘topeng-topeng positif’ yang selama ini digunakan ketika pacaran dilepas. Sifat-sifat negatif mulai bermunculan. Dibutuhkan dukungan cinta, iman, dan support yang lebih besar ketika tahap ini berlangsung. Maka itu : “And it just a beginning…”.

Ok, kembali kepada bangunan. Setelah proses serah terima bangunan. Bisa dikatakan secara metafora : si pemilik ‘menikahi’ bangunannya. Dari situ, desain semula baik bisa terlihat jelek, desain yang jelek bisa terlihat baik. Waktu yang akan mengatakannya.. dan itu merupakan feedback yang sangat berharga bagi si arsitek.

Cuma satu hal…

Pemilik ‘menikahi’ bangunan, ada anaknya ndak yaaaa…..?

Semoga menjadi masukkan yang berharga.

Salam, Erwin.

About these ads
9 Komentar leave one →
  1. September 25, 2008 3:18 pm

    Manggut… manggut….. he he he :D
    Eh temen yg mentor koseling pernikahan itu aku ya…… (sok ke-GRan dan sok yakin) hi hi hi hi……. :D

  2. erwin4rch permalink*
    September 25, 2008 8:41 pm

    Siapalagi ya Pak Carlos….?
    Jika bukan anda sendiri. :D
    Btw, Terima kasih atas masukkannya tentang pernikahan.
    Salam.

  3. September 26, 2008 8:27 am

    :) Senyum-senyum ke-GRan

  4. kristi permalink
    September 26, 2008 12:51 pm

    hai R, tulisan ini mengingatkan saya pada pengalaman pribadi, so pasti jadi tulisan , tq.h

  5. erwin4rch permalink*
    September 26, 2008 7:47 pm

    Senang ibu Kristi bisa mampir. Salam.
    Untuk Carlos, jangan terlalu banyak senyum2. ntar masuk angin. :D

  6. September 27, 2008 7:57 am

    Udah…… liat aja perutnya udah kembung kebanyakan masuk angin :D

  7. Oktober 8, 2008 7:51 pm

    rolando pak, bkn ronaldo…
    :p

    saia selalu diajari sama dosen saia di sanur tentang pentingnya “kontrol”, ya itu, yg panjang lebar di atas hehehe

  8. erwin4rch permalink*
    Oktober 9, 2008 7:18 am

    Ups, sori. salah nama, akan saya betulkan deh..
    Thx Rolando atas semua masukannya. :D

  9. life1ssimple permalink
    Oktober 14, 2008 6:20 pm

    saya setuju……..rumah yg bagus adalah rumah yg indah dipandang dan nyaman di tinggali

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: