Music please…!

2008 Oktober 8
by erwin4rch

Musik. Siapa tidak tahu akan hal tersebut.

Mulai dari anak kecil hingga orang dewasa dan manula tentu mempunyai lagu favorit masing-masing. Musik merupakan teman manusia dari dahulu kala. Musik dapat memberikan pengaruh psikologis kepada manusia. Ketika anda mengendarai mobil, kemudian ketika mendengarkan lagu yang agak nge-beat, secara tidak langsung laju mobil anda menjadi sedikit lebih kencang bukan?

Saya pada awal mula sudah menyukai musik. Namun sebatas musik normal. Maksud saya adalah musik pop biasa. Namun, selera ini lama-kelamaan berubah seiring dengan kegiatan perkuliahan dan dunia kerja.

Lho apa yang berubah ya Pak? Saya mulai menyukai berbagai jenis musik yang lain. House musik, jazz, rock, slowrock,  & musik klasik perlahan-lahan mulai masuk ke dalam kepala saya.

Musik bagi saya merupakan teman yang baik. Ketika saya sedang lembur hingga tengah malam, saya ditemani oleh House Music. Beatnya membuat mata saya tetap terjaga. House Music yang saya dengar merupakan House Music kuno sejenis Shoked Gun, children dkk. Beatnya lebih jelas. Bum bum bum.. dan masih mempunyai nilai seni (menurut saya). House musik yang baru-baru rata-rata cuma main efek dan pengulangan chorus saja. Nilai seninya jauh dengan yang lama-lama..

Pernahkah anda bangun pagi dan mengulang kembali rutinitas yang sama? Bosan? Biasanya untuk memacu adrenalin saya menyetel lagu Matchbox Twenty yang berjudul Look How Far We’ve Come. Beat yang cepat, nuansa rock pop, plus lagunya yang bermelodi enak membuat pagi hari saya lebih bersemangat. Lyricsnya juga khas. “Meskipun dunia ini runtuh, lihat saja apa yang bisa kita capai! Tunggu dan lihatlah!” Wow, lyrics yang memacu energi di pagi hari.

Matchbox Twenty – Look How Far We’ve Come

Ketika saat santai, saya menyetel lagu klasik. Vivaldi dan Strauss merupakan favorit saya. Seluruh lagunya bermelodi merdu, naik turun, dengan irama 3/4, seperti berdansa di dalam pikiran. Dum tet tet, Dum tet tet, dum tet tet. Benar-benar sebuah karya seni. Memang beberapa orang dianugerahi Tuhan bakat yang luar biasa sehingga lagu indah ini bisa tercipta. Beethoven menurut saya lebih “emosional” musiknya kadang keras, kadang lembut berpadu menjadi satu, tetap enak didengarkan. Mozart? Sonata in C sudah diluar kepala saya melodinya. Mantap benar musik tersebut. Nada naik turun dengan cepat, penuh melodi. (Apa tangan yang main ndak “ketlisut” ya?). Saya tidak bisa bermain piano. Jadi saya selalu senang melihat para expert tersebut menekan tuts dengan kecepatan luar biasa di piano.

Mozart – Sonata in C

Ketika deadline sudah lewat, saat menegangkan sudah selesai, dan jantung masih berdebar-debar saatnya saya menyetel koleksi lagu saya. Biasanya untuk menenangkan diri saya selalu mencari lagu yang hanya diiringi dengan piano saja. Sarah McLahan dengan Angel-nya, Gary Barlow dengan Forever Love. Suara manusia plus piano memang nyaman untuk didengarkan. Apalagi bila didengarkan sambil berbaring, beban berat telah terlepas, kerjaan sudah selesai. Nyam.. seperti mendapatkan upah yang layak…

Bila desain saya ditolak oleh klien, tidak maksimal. Padahal saya sudah berusaha mati-matian giliran Stop and Stare-nya One Republic saya setel. Intinya saya berusaha agar mental saya tidak down. Tetap fokus di jalur utama. dan ini hanyalah sebuah polisi tidur kecil. :D

Lho dari semua lagu pasti ada yang paling anda senangi dong pak? Yup betul. Banyak sekali lagu-lagu pilihan saya yang enak didengar. Namun yang paling merdu adalah I’m Yours-nya Jason Mraz. Bagi saya sebuah lagu haruslah mempunyai melodi yang indah. Itu baru namanya lagu. Boyband-boyband yang ada rata-rata menggunakan jurus suara 1,2,3 ketika chorus. Sehingga ketika saya senandungkan seorang diri, lagu yang keluar jadi aneh. tidak lengkap tanpa back-sound pendukung. Lagu itu merupakan lagu favorit. saya.  Dinyanyikan seorang diri pun masih enak. Nadanya naik turun mengalun indah.

Jason Mraz – I’m Yours

Barusan ini di salah satu Mall di Jalan Bukit Bintang – Malaysia saya mendengarkan sebuah lagu ceria. Secara tidak sadar kaki saya langsung bergoyang. Ceria sekali lagu tersebut. Setelah penasaran dengan lagu tersebut, akhirnya saya cari di internet dan menemukan bahwa lagu tersebut awalnya merupakan lagu anak-anak! Wow, ternyata orang dewasa juga masih butuh lagu anak-anak ya? Hati jadi terasa enak. Judul lagu tersebut I Am The Musicman yang diaransemen ulang oleh Dj Otzi junior. Lagu tersebut sebenarnya satu level dengan Old McDonal has a Farm dkk. Namun diberi suasana baru.

I am The Musicman – Dj Otzi Junior

2 hari berturut-turut saya keracunan lagu ini. Gila. Sembari menelusuri lorong di Kampus Petra saya bersenandung :

Humpa humpa humpa pa.. Humpa pa Humpa pa…

Humpa humpa humpa pa.. Humpa pa Humpa pa…

Pia.. pia.. pia..no, piano piano…..

Pia.. pia.. pia..no, piano piano…..

Lagu anak kecil? Siapa bilang. Yang penting hati jadi ceria. Bagus kan? Segala jutek jadi hilang :D

I an The Musicman!

Salam.

6 Tanggapan leave one →
  1. 2008 Oktober 9

    Semangat berbagi: Kalo aku forever n always ABBA, numero uno deh…… Barry White okeh juga. Lagu2 80an spt Air Suply. Sting siiiip…… Lagu2 etnik dari seluruh Dunia aku juga suka spt Fado, Bagpipe, Scapa Napoli, Nyi & Ki Tjondrolukito, Spanish Gypsi. Yg Klasik tentu saja trio Haydn, Mozart, Bthoven. Vivaldi, Straus, Handel, Wiener Sanger Knaben, Lagu2 Operanya Giacomo Pucinni spt Nessun Dorma, E Lucevan Le Stelle dll, Flower duet dari opera Lakme. Jazz: All Brazilian Jazz such as A. C Jobim, Louis Bonfa, Astrud n Bebel Gilberto. Ampe yg terbaru spt Alexa sampai Sind3nTosca

  2. 2008 Oktober 14
    life1ssimple permalink

    Saya mah simple aja…..Linkin Park buat melek n ngebut, Alanis buat kerja, R n B buat di jalan ato pas lagi masak, n Project Pop buat nemenin macet

  3. 2008 Oktober 14
    erwin4rch permalink

    Okay… :D
    Tiap pribadi pasti punya feel musik sendiri..
    It’s ok, yang terpenting adalah dapat memotivasi dan menemani kita.

    Thx

  4. 2008 November 1
    kristi permalink

    bayangin kalau ada orang yang nggak pernah ndengerin music, nggak pernah nyetel music, nggak pernah mengisi jiwanya dengan music, aduh …., keik apa yaaaa?
    bagi saya nggak ada hari tanpa music,

  5. 2008 November 1
    erwin4rch permalink

    Tengkyu tante sudah mampir….
    Musik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari hidup manusia…
    Let the music heal our soul… :D

  6. 2009 Agustus 28
    novan permalink

    kalo musiknya mbah surip pasnya didenger pas lg apa ya?
    apa baru dapet gaji bulanan kali yak? hahahaa

Tinggalkan Balasan

Note: Anda dapat menggunakan XHTML dasar di komentar Anda. Alamat surel Anda tidak akan pernah dipublikasikan.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS