Sebuah Hadiah kecil…
Tulisan ini merupakan penghargaan bagi rekan Jovian yang telah sukses membuat karyanya.
Beberapa waktu yang lalu, saya sempat dikontak oleh rekan Jovian.
Melalui blog saya ini, dia menceritakan bahwa dia mendapatkan tugas untuk membuat maket kecil sederhana tentang bangunan ibadah. Kebetulan ketika dia sedang browsing, sampailah dia di site saya.Di situ ia tertarik akan bangunan gereja Katolik Santo Paulus yang sempat saya masukkan ke dalam artikel.
(untuk melihat artikel tentang gereja yang saya maksud bisa diakses di sini)
Melalui beberapa proses komunikasi di dunia maya, dia menyampaikan maksudnya itu. Saya sebagai seorang arsitek mencoba untuk membantu memberikan gambaran tentang sebuah maket.
Setelah beberapa lama saya tidak mendengar kabar dari dia, tiba-tiba pagi ini saya menerima sebuah e-mail dari dia. Isinya kurang lebih begini :
Halo, kak. Masih inget aku?
Thx buat denahnya, setidaknya membantu karya miniatur gereja katolik yang aku buat.
Miniaturnya sudah jadi & dikumpul.
Memang tidak sama persis seperti di denah karena bingung komponennya mau dibuat dari apa.
>__<Sesuai janji, miniatur tersebut sudah aku foto. Dan foto nya ada di attachment.
Kalo ada yang mengecewakan, harap maklum. Baru pertama kali bikin miniatur.Ok deh. Sekali lagi makasih banyak atas bantuannya.
^__^Salam,
Jovian.
Merupakan sebuah kebanggaan tersendiri melihat rekan-rekan yang berusaha dan ada hasilnya.
Terlebih lagi.. hasilnya bagus!

01 - Setengah jadi

02 - Ruangan dalam

03 - Pasang atap

04 - View bagian altar dari luar

05 - Hasil Akhir
Saya sama sekali tidak membayangkan mereka akan membuatnya dengan menggunakan material gabus. Material tersebut mereka kombinasikan dengan cat pewarna.
Bentukan candi pada bagian depan gereja menggunakan bahan gabus. Mereka membuat candi tersebut dengan telaten. Padahal saya yakin bentukan candi tersebut tidak sederhana.
Dinding depan gereja mereka lapis dengan menggunakan material kertas bermotif batu alam.
Tiang bagian dalam dari gereja dibuat satu persatu dengan menggunakan kumpulan dari 4 buah batang tusuk sate yang dialin menjadi satu. Telaten ya..
Meja altar dengan konsepsi 12 batu yang ditumpuk (melambangkan 12 suku israel, 12 rasul, 12 wilayah gereja), benar-benar dibuat oleh mereka. Dengan material gabus pula.
Tabernakel dan lampu Allah yang terdapat di dinding belakang pun tak luput dibuat oleh mereka.
Yang tidak kalah menggemaskan adalah lonceng gerejanya itu lho…. lucu banget.. ![]()
hahaha..
Lalu ada satu hal lagi yang tidak pernah saya bayangkan… Gereja yang mereka buat ada lampunya! Ya.. lihat saja rangkaian batere, kabel dan bohlam kecil yang ada di foto. Benar-benar sebuah upaya kerja keras. Wow, bisa menyala man!
Salut kepada adik-adik atas kerja keras dan upayanya…
Saya tidak akan berhenti mendoakan kalian..
Tetaplah berusaha, kesuksesan berawal dari sebuah kerja keras.
Salam.
Erwin










Weeee bagus bgt…kalo beneran di bikin keren deh pasti…….ini cuman pendapat saya sbg org awam
Wow.. makasih banyak Kak tanggapannya & postingan di blog Kakak.
Sepertinya hasilnya tidak mengecewakan kakak ya? Tadinya saat kami membuatnya dengan keadaan pusing, karena memang bentuk bangunan yang cukup rumit, kami pikir hasilnya bakal mengecewakan. Tapi, sekarang kami senang, karena ternyata hasilnya tidak mengecewakan kakak.
Tapi ini semua tentu juga dari bantuan kakak. Tanpa bantuan dari kakak, hasilnya tidak akan seperti ini. Jadi, thanks banget atas bantuan kakak. Pengalaman ini gak bakal aku lupain juga.
Kami di sini juga mendoakan agar kakak sukses selalu.
Salam,
Jovian.
Selamat untuk Jovian….. Tetep semangat berkarya ya…..
Berkat saya, eh salah ! Berkat Tuhan besertamu!Amen !!