Nomor HP, sebuah jalan dalam dunia kerja
Di dunia marketing ada istilah yang dinamakan repeat order. Hal ini sering dicari oleh para marketer. Repeat order adalah customer yang datang kembali karena pernah menggunakan barang atau jasa kita karena merasa cocok.
Mengapa hal ini dicari oleh perusahaan? Karena hanya diperlukan biaya dan waktu sedikit untuk mendapatkannya. Si konsumen sudah mempunyai kepercayaan pada produk kita. kita tidak perlu lagi menjelaskan kelebihan produk atau jasa kita dengan mulut berbusa-busa atau dengan iklan besar-besar di tepi jalan dan media cetak.
Hal yang sama juga berlaku di dunia desain. Repeat order juga terjadi dalam ranah ini. Sering klien saya terdahulu yang tidak pernah kontak saya selama 2-3 tahun, tiba-tiba datang menawarkan pekerjaan.
Bila dulu saya merupakan ‘nobody’ bagi dia, sekarang saya merupakan ‘expert’ bagi dia karena kecocokan yang ada. Dia sudah pernah menggunakan jasa saya dan tertarik untuk menggunakannya lagi. simple. Saya senang, dia senang.
Bila kita tinjau salah satu faktor yang memungkinkan hal itu terjadi adalah nomor HP. Di era maju seperti sekarang sudah jarang orang memberikan nomor rumahnya ketika ditanya. Mereka lebih cenderung membagikan nomor HPnya.
nomor HP tersebut akan disimpan di dalam phonebook meskipun tidak terlalu diperlukan. Sewaktu-waktu mereka membutuhkannya maka cukup mencari di HP maka nomor tersebut akan muncul.
Bagi yang suka berganti-ganti nomor, tentunya kemungkinan repeat order semakin mengecil. Sehingga pekerjaan yang kita dapatkan rata-rata adalah pekerjaan baru yang membutuhkan perjuangan berat.
Saya dahulu pernah dibantu oleh seorang anak untuk sebuah pekerjaan visualisasi. Saya cukup puas dengan hasilnya. Setelah beberapa waktu, saya membutuhkan keahlian dia lagi. Namun setiap kali saya menelpon nomornya selalu dikatakan salah nomor. Selang 5 bulan dari itu, saya kebetulan bertemu dengannya di mall. Eh, ternyata dia ganti nomor.
James Gwee seorang marketer dan motivator terkenal juga pernah memaparkan hal ini. menurut dia, lebih sulit mencari dan membuka pasar baru dari pada mengelola yang sudah ada. Repeat order adalah suatu pasar yang harus dikelola dengan baik bukan?
Well, setidaknya tulisan ini mencoba memberikan wacana bahwa nomor HP juga dapat menjadi alat bantu kita dalam bekerja di kehidupan sehari-hari.
Salam.










Makanya nomer HPku gak pernah aku ganti dari jaman dulu…… Masih 10-11 digit
Setuju pak, dalam hal nomer HP, saya menganut prinsip monogami, kalaupun terpaksa poligami, yang lama tidak akan saya ceraikan… Alias nomernya tetap aktif dan saya pakai.
Kecuali anda dikejar2 utang sana sini hue3x… (moga2 tidak)
Iya ya.. nomor HP yang lama digitnya cuma sedikit.
HHHHEHHH, gara2 ganti nomer ke cdma biar ngirit aq jadi kehilangan kesempatan ketemuan ma sodara dr jerman, gara2 dia ngga bisa kontak2 aku pas dia sdh di Solo, trs mau ke Jogja, soalnya aq lupa ngasih nomerku yg baru, sial sial sial……
Jangan lupa batere hp juga aset…..
pernah dikomplain klien karena flexi sering mati gara-gara batere drop……
Wahaha..
Bill, aku juga pernah ngalami hal yang sama..
Sampai akhirnya sekarang aku bawa 2 batere.
Begitu habis langsung sambung lagi.
Itu jg maka nya aku paling gak seneng ganti2 nomer
setidaknya kita punya 2 nomor HP, susahnya minta ampun kalo harus kehilangan nomor temen ato relasi seperti yang sudah kualami kehilangan nomor mas erwin.. gara 2 HP ku ilang,,,…. Kehilangan HP masih bisa di beli tapi kehilangan kontak itu yang susah di dapat……. Ngalah2hi putus karo pacar mas ……
salam mas erwinnnn
Halo Mas Amed..
Memang lebih penting nomor-nomor di dalam HP ya..
Kalau hilang biasanya kita kelabakan.
Biasanya aku selalu beli HP yang data contacts nya bisa dibackup ke PC. Jadi setidaknya rada aman.
Sukses selalu Mas.