Deadline.. Deadline..

2009 Februari 11
by erwin4rch

Deadline.
Kelihatannya kata ini memang sedikit membuat jantung terpacu kencang. Apalagi bila hal yang kita kerjakan belum selesai. Beban pikiran meningkat drastis. Makan tidak nikmat, tidurpun tidak pulas.

Kata kata deadline telah menjadi padanan dan teman dari kata arsitektur. Begitu pula kata kata pengikutnya seperti ‘lembur’, ‘pusing’, ‘belum makan’ dsb. (kok negatif semua ya?).

Seorang teman saya dulu berkecimpung di dunia arsitek. Tapi kemudian sekarang ia telah melepaskannya dan beralih ke marketing. Satu hal yang pasti dan jelas saya perhatikan di wajahnya.. Raut wajahnya sangat berbeda dengan raut wajahnya dulu. Bila dahulu selalu ada awan mendung menggantung di atas kepalanya. Siap untuk terjadi badai kapanpun, sekarang wajahnya menjadi bersinar cerah. Lucunya, dia sendiri tidak menyadari kalau wajahnya bertambah cerah. Bekerja dengan bertemu orang lain, berbicara, bersosialisasi merupakan obat mujarab bagi dia.

Cerita lain. Teman saya dahulu bekerja di sebuah biro arsitek yg terkenal. Lalu sekarang ia pindah dan bekerja di biro arsitek lain. Hal yang sama juga terjadi pada dia. Wajahnya menjadi bersinar dan berseri-seri. Tidak adalagi awan mendung yang menggantung di atas kepalanya. Nampaknya kantor barunya mempunyai pola kerja yang lebih cocok buat dia. Menurut dia, jumlah lembur dan deadline berkurang drastis. (saya tidak berbicara salary di sini). Hal hal seperti lembur dan deadline tetap ada. Namun lebih terorganisir.

Nah, saya pun tidak mengetahui seperti apa raut wajah saya sekarang. Sekarang ini sudah ada 2 buah deadline. Lebih parahnya lagi sudah molor jauh dari jadwal.. Mungkinkah wajah saya masam dan ada awan gelap di atas kepala saya?

Memang begini repotnya arsitek.. Kerjanya berpikir keras sampai kadang di WC atau mau tidur masih kepikiran. Eh, hasilnya kok cuma ‘beberapa lembar kertas’ doang..??

Belum jika ditambah dengan komentar : “Kan semua orang juga bisa kalau cuma ‘menggambar’ begini saja? Kok bisa molor?”

Hahaha…. Saya cuma bisa terpana memandang bengong kepada klien tersebut sambil tertawa di dalam hati…

Seraya berkata :

“nggambarnya cepet kok, lha mikirnya itu lho yang lama…….. :) ha ha ha”

6 Tanggapan leave one →
  1. 2009 Februari 12

    He he he he…… Yah namanya klien :D Aku juga sering ngomel kalo bagian foto lagi take foto makanannya lama banget……. “Wong foto gitu aja kok lama sih….!!!” Dan langsung mendapatkan tatapan bete bin tak bersahabat dari Chris…… he he he he…… :D

  2. 2009 Februari 12
    life1ssimple permalink

    iya emang sebel kalo ada org yg dgn enak nya ngomong: gini aja khan gampang masak molor ato masak gak bisa…grrrrr….pgn bunuh dia deh

  3. 2009 Februari 12
    amed permalink

    Deadline… makan tak enak, tidur tak nyenyak, apalagi istri tak punyak…….! pecahh… ndas.
    bisa2 jadi buronan…

  4. 2009 Februari 13
    erwin4rch permalink

    Ha ha ha
    Kok jadi ikut2an pada senewen ya..
    Rasanya kita semua memang pernah mengalaminya.

  5. 2009 Februari 18

    heheheee…..
    akhirnya setan satu yang namanya lembur karena deadline muncul lagi…..

    solusi yang biasanya aku pake kalo molor seh….
    1. hindari kata gambar….karena dg kata tsb…seakan2 kita kerjanya menggambar….
    aku selalu pake kata desain ke klien….konsekuensinya….konsep selalu aku sampaikan selain hasilnya itu sendiri….meskipun kadang konsep tidak menarik perhatian klien….

    2.biasakan pake cara tersebut sehingga klien juga tidak menganggap kerja kita adalah menggambar…..lumayan manjur koq…..

    moga2 bisa membantu

  6. 2009 Februari 18
    erwin4rch permalink

    Ha ha ha.. Thx Bill…
    Memang membantu. Namun beberapa orang agak susah untuk kita buka pikirannya. Tapi tetap…
    yang terpenting Positif Thinking deh.. Ya kan? :D

Tinggalkan Balasan

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS