Feel dalam desain

2009 Februari 23
by erwin4rch

Kemajuan teknologi dewasa ini mempunyai imbas yang cukup signifikan di dalam kehidupan manusia. Perkembangan teknologi komputer juga turut membantu perkembangan desain arsitektur sendiri.

Sekarang ini, sebuah ruangan dapat tercipta dengan komputer. Nyata, photorealistic. Padahal ruangan tersebut belum terbangun sama sekali. Memang sebuah kecanggihan teknologi pada jaman sekarang berimbas pada tuntutan desain yang lebih maksimal.

ada beberapa hal yang menurut saya sedikit hilang dengan menggunakan kecanggihan tersebut.

Arsitek arsitek senior, ketika saya amati, mereka umumnya sudah mempunyai konsep dahulu di dalam kepala mereka. Mereka sudah dapat membayangkan apakah hasilnya bagus atau jelek ketika sudah terbangun. Semua itu tidak terlepas dari faktor pengalaman mereka ditambah dengan tuntutan jaman dahulu. Kala itu, komputer belum secanggih sekarang. Jadi yang benar benar bisa membayangkan bagus tidaknya sebuah desain…. tidak lain, si arsitek itu sendiri.

Lulusan arsitek sekarang sudah bagus. Tetapi kecenderungan dan ketergantungan mereka terhadap komputer semakin tinggi. Bahkan beberapa dari mereka yang saya temui tidak dapat membayangkan ide yang dilontarkan. (oleh mereka sendiri). Mereka lebih senang membayangkan. lalu menerjemahkannya ke dalam media komputer untuk mendapatkan justifikasi ‘bagus’ atau ‘jelek’.

Secara waktu, pastilah mereka akan berkembang menjadi lebih baik. Satu hal yang saya coba arahkan di sini, adalah :

Komputer bukan segala-galanya. Tidak sedikit desain yang bagus di depan monitor dan kertas, tetapi ketika diaplikasikan, desain tersebut kehilangan jiwa. Suasananya tidak ada sama sekali. Hampa. Kesan ruang dan lingkungan tidak terbentuk. Istilahnya.. ‘Moodnya ndak dapet’.

Saya lebih cenderung untuk mengalami secara personal. Memasuki ruangan hotel, masuk ke rumah mewah, masuk ke apartemen, masuk ke kantor sewa dsb. Saya mencoba meresapi ‘mood” tersebut secara personal. Mungkin cara ini dapat membantu kita membayangkan desain secara lebih cepat.

Seperti kata pepatah : banyak jalan menuju Roma. Yang saya sampaikan di atas hanyalah salah satu cara untuk mencapai desain yang lebih baik.

Salam

4 Tanggapan leave one →
  1. 2009 Februari 24

    Ketergantungan kita terhadap hal2 lain di “luar” kadang2 bisa jadi bumerang…… Kalo aku tetep yg paling penting bagaimana membuat konsep dulu di kepala….. :)

  2. 2009 Februari 27

    Aku rasa itu yang ngebedain antara designer dan tukang gambar…… Jika kita designer kita wajib punya gambaran design kita di kepala….. Apa gunanya….??? Gunanya supaya get the groove kalo istilahku…. Atau dapet jiwanya…… Atau menurut Kang Erwin teh dapet moodnya……

  3. 2009 Februari 28
    erwin4rch permalink

    Jiwa desain memang keluar dari desainernya. Setuju deh dengan Bang Carlos.

  4. 2009 April 11

    seep lah . hahahaha

Tinggalkan Balasan

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS