Pengalaman di Dunia Kerja
5 TAHUN.
Ya.. 5 tahun. Adalah jumlah tahun yang dikatakan orang orang bagi seorang desainer untuk mencapai kematangannya.
10 TAHUN.
Ya.. 10 tahun. Adalah jumlah tahun yang dikatakan orang orang bagi seorang desainer untuk mencapai puncak kesuksesannya.
Pertama tama, saya tidak menggubris anggapan tersebut. Menurut saya, jika kita bekerja keras serta mempunyai keinginan kuat untuk belajar, maka kita dapat memperoleh hal di atas lebih cepat.
5 tahun sudah saya lewati di dalam dunia desain. Sekarang saya menginjak tahun ke-6. Dan saya menyadari, bahwa apa yang dikatakan orang orang tersebut adalah benar.
Saya baru memahami desain seutuhnya pada awal tahun ke-6 ini. Saya sudah dapat melihat dan membayangkan warna desain, feelnya, moodnya sebelum dibangun. Bahkan sebelum digambar! Taste yang ingin dicapai.. suasananya.. semuanya sudah tergambar di kepala saya.
Mungkin anda bertanya tanya.. selama 5 tahun itu saya ngapain saja? Kok lama sekali? Kuliah saja sudah memakan waktu 4 tahun. Hal tersebut ditambah 5 tahun lagi di dunia kerja.
Satu hal yang pasti, ketika lulus saya masih ‘bau kencur’. Si ‘anak kemarin sore’ ini kemudian melangkahkan kaki ke belantara desain. Dengan berbekal parang ia menerobos ilalang lebat.
Jatuh terjerembab? Pernah.
Digigit ular? Pernah.
Dikerjar Singa? Sering.
Ditipu monyet? Berkali-kali.
Mungkin wajah si ‘Indiana Jones’ ini sudah kusam termakan 5 tahun di belantara desain. Namun, pengalaman yang didapatkan sebanding.
Ibarat suatu permainan game RPG (Role Playing Game), maka ketika character anda sudah di-create, maka anda harus mengumpulkan level untuk bisa melangkahkan kaki melawan musuh yang lebih besar. Tentunya character anda masih bertitle : Rookie.
Saya mengumpulkan experience di dalam marketing. Level up.
Saya mengumpulkan experience di dalam detail teknis bangunan. Level up.
Saya mengumpulkan experience di dalam desain arsitektural. Level up.
Saya mengumpulkan experience di dalam pemahaman struktur. Level up.
Saya mengumpulkan experience di dalam desain interior. Level up.
Saya mengumpulkan experience di dalam pelaksanaan lapangan. Level up.
Saya mengumpulkan experience di dalam koordinasi antar tim. Level up.
Saya mengumpulkan experience di dalam management. Level up.
Saya mengumpulkan experience di dalam keuangan & perpajakan. Level up.
Dan masih banyak lagi..
Setelah level up sebanyak itu, rasanya baru tahun keenam ini mata saya terbuka. Serasa saya sudah bukan rookie lagi. Sudah level up menjadi Arch-Mage. (Plesetan. Maksudnya Architecture Mage).
Tentunya masih banyak Great Archmage di luar sana. Perjalanan saya masih jauh. Tetapi setidaknya sekarang saya sudah bukan ‘Indiana Jones’ yang berbekal parang seperti dulu lagi.
Saya sekarang sudah mempunyai peralatan lengkap untuk menelusuri hutan belantara.
Tulisan ini saya buat khusus untuk kalian yang meniti karir pada tahap awal. Jangan mudah menyerah. Pada tahun keenam, feel kalian pasti akan sama dengan saya.
Keep The Fight! Bring it ON!
Salam.










Selamat……
Tengkyuuu bang Carlos..
oo.. gitu ya pak.. hehe.. jujur ae ak kok agak bingung ya, mau melangkah ke dunia kerja arsitektur tu kayak gimana, harus start darimana.. persiapannya apa.. ada kiat2nya nda si pak?
wuih, perjalanan yg panjang n penuh perjuangan y buat bs jd mage y. Salut!!!
Keren analoginya, aq jd smangat nich yg msh newbie n mau masuk medan belantara kerja. thks Bang buat sharingny..
Asyikkk….maju terus boss, yang penting harus bs konsisten dg gaya sendiri…