Lanjut ke konten

Visi dan Misi Dalam Dunia Kerja

Maret 6, 2009

Saya tertarik menuliskan artikel ini karena teringat lelucon ketika baru lulus dahulu.

Dulu, ketika baru lulus, saya bersama partner saya hendak berkolaborasi. Namun kita dahulu terbentur beberapa faktor. Beberapa diantaranya adalah modal.

Saya masih ingat dahulu kita sering bercanda. Kalau kita tidak punya modal, kita cenderung mengeluh tidak punya modal sehingga bingung mau usaha apa… Coba bayangkan, bila besok tiba tiba ada orang datang lalu menyodorkan kita uang untuk modal.. nih 100juta, anda atur sesuai dengan keinginan ada. Kitanya juga akan bingung. Mau usaha apa?

Hahaha.. Itu lelucon lama. Intinya terkadang kita sebagai manusia tidak pernah puas. Tidak ada modal mengeluh, ada modal juga mengeluh.. Selalu ada saja yang bisa dikeluhkan.

Setelah perjalanan 5 tahun.. Berangkat dari completely zero.. berjuang ‘membabat hutan’. Diterkam harimau dan dicakar kucing (??).. Saya perlahan lahan mulai menyadari… Mengapa ada sebuah badan usaha (PT,CV). Saya menyadari mengapa sesuatu pekerjaan yang remeh bagi mereka yang senior justru tidak dikerjakan sendiri. Saya menyadari mengapa mereka, angkatan atas yang dahulu pandai, sekarang tidak berkecimpung di dunia desain lagi.. Tetapi management.

Saya menyadari.. Bahwa semuanya saling berhubungan.

Seiring dengan meningkatnya level hidup kita, berkeluarga, punya anak dsb.. Maka waktu kita akan semakin terbagi. Ada waktu untuk Tuhan, ada waktu untuk istri, anak, bapak, ibu, adik, kakak… Ada waktu untuk betulin rumah yang rusak, ada waktu untuk istirahat atau refreshing, ada waktu untuk belajar.. Konsekuensinya, waktu untuk bekerja menjadi sangat berkurang porsinya.

Hal itulah yang menyebabkan semakin advanced level seseorang, semakin tinggi pula kebutuhannya akan sebuah tim yang kompeten.

Setelah 5 tahun.. Modal yang dahulu zero mulai berbentuk.. Meskipun kecil.. Kembali saya terkenang lelucon masa lalu di atas. Hendak saya bawa ke mana ini? Kemana saya akan melangkahkan kaki untuk berikutnya?

Satu hal yang pasti.. Saya akan membawa serta kehidupan beberapa orang yang tergantung pada saya.. Drafter-drafter saya, partner saya..

Maka mulai sekarang ini.. Saya pun memutuskan untuk mulai menggerakkan galleon saya. (finally….)

CV. Bangun Cipta Asri is now officially running!

Saya memasuki hutan baru. Dahulu yang saya babat adalah rumput dan semak belukar.. Sekarang saya menebang kayu mahoni, dan pohon jati yang menghalangi pandangan saya. Entah makhluk apa yang menanti… Apa sekelas harimau? Gajah?

Saya dituntut harus belajar banyak hal. Pajak, keuangan, politis praktis, marketing, man recruitment dsb.. (jalan yang sangat panjang)

Satu hal yang pasti.. saya percaya Tuhan pasti merencanakan yang terbaik buat umat-Nya.

Semoga intisari dari pengalaman saya dapat menjadi wacana bagi anda yang membacanya.

Salam.

11 Komentar leave one →
  1. Charles permalink
    Maret 7, 2009 2:39 pm

    baba, jangan asal main babat, kalau masih dalam taraf semak belukar g masalah sih. kalau sampai pohon yang dibabat… waduh (sukur juga jika anda sendirian, kalau banyak pengikutnya, BAHAYA!!!) nih lagi ada masalah sama bumi kita (global warming). wakakakaka…
    becanda… koq
    Semangat… ciayo… ganbatte…

  2. erwin4rch permalink*
    Maret 7, 2009 2:40 pm

    Ok.. ok Boss…. Kan ada kamu bantuin babat… Nanti kita bawa traktor sama buldozer. Biar mantab!

  3. Maret 7, 2009 9:13 pm

    That is why we need wisdom…..

  4. Charles permalink
    Maret 8, 2009 11:08 am

    waduh, banyak benar ternyata yang harus dipelajari biar bisa sukses (manajemen, pajak, dsbnya)… Suhu mohon bantuannya… lol

    Nb: (ngomong2 avatarku cocok yah, orang lagi melet gt (tandanya iseng)).
    wes2… ditunggu tulisan berikutnya pak…
    semangat!!!

  5. erwin4rch permalink*
    Maret 8, 2009 8:32 pm

    Setuju Bapak Carlos. Saya kira hal hal seperti ini butuh pemikiran yang tidak terburu buru. dan faktor Wisdom cukup berpengaruh dalam pengambilan keputusan.
    Salam.

  6. life1ssimple permalink
    Maret 9, 2009 10:24 am

    wah congrat…..inget meski jalan berliku dan berbatu jgn pernah menyerah…..gambate!!!!

  7. erwin4rch permalink*
    Maret 9, 2009 11:10 am

    Makasih Jumai… Ini sih baru stater mesin.. saya sendiri masih tidak tahu jalan di depan sudah aspal atau berbatu..
    Setidaknya ada niat dulu.. dan yang pasti.. dukungan Tuhan. ^_^
    Thx

  8. Maret 9, 2009 3:55 pm

    Habis sekilas baca bukunya Om Bob Sadino….. Seorang Entrepreneur pertama-tama harus punya keberanian….. Sistem dan lain2 baru dikerjakan bersama dengan semakin berkembangnya usaha kita. So…. be brave ya :)

  9. life1ssimple permalink
    Maret 9, 2009 7:31 pm

    jalannya di buat dr apa udah gak penting, yg penting Erwin kudu tetep punya faith!!!!! btw mungkin kalo udah nabung cukup byk n siap bangun rumah sendiri entar kita telp erwin he he he….

  10. erwin4rch permalink*
    Maret 9, 2009 9:32 pm

    @Carlos : Ia.. aku udag ngicer buku itu sejak lama.. Harganya masih mahal.. 100rb lebih..
    Jadi.. aku pake jurus mahasiswa…. Baca ditempat.. ^_^. ADa lingkaran “tau-bisa-praktisi-ahli” asik juga lho..
    @Jumai : Thx atas semangatnya. Sejujurnya… aku sendiri ketar ketir.. karena masuk ke dunia baru.. ndak ada yang bimbing..
    Modal nekat dan otak belaka (dengkul juga dipake kok). Ha ha ha

  11. life1ssimple permalink
    Maret 10, 2009 7:30 am

    gak apa2 kalo pertama2 emang gitu…..entar kalo udah sukses abis jgn lupa ama kita2 he hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: