Arsitektur, Teknologi & Klien

2009 Maret 12
by erwin4rch

presetasi desain di dunia modern.

Teknologi kini semakin bertambah canggih. Dengan adanya teknologi, jarak antar manusia semakin dekat.

Kita sekarang, dapat dengan mudah bercakap cakap dengan saudara atau teman di luar negeri dengan fasilitas email, chatting internet atau facebook. ‘The World is Flat’ demikian istilah yang dikatakan sebagian orang untuk menggambarkan betapa mudahnya komunikasi pada saat ini.

Beberapa perusahaan di Amerika sekarang membuka cabang di India. Agar siklus kerja perusahaan dapat terus berlangsung secara simultan. Benar benar sebuah kemajuan teknologi.

Di dunia arsitektur, perkembangan teknologi juga terjadi dalam konteks hubungan arsitek – klien. sekarang, tatap muka secara langsung tidak lagi merupakan kewajiban. Fasilitas email, chatting lebih sering digunakan sebagai sarana komunikasi.
Jarak jauh? Tidak masalah. Bahkan antar negara pun bisa dilakukan. Hal tersebut sudah menjadi hal yang biasa di era sekarang.

Approve desain kepada klien, asistensi kepada atasan, koordinasi dengan tim teknis lain. Semuanya dapat dilakukan dengan menggunakan internet.

Setelah menjalani sendiri, ‘teknologi maju’ tersebut.. Saya merasakan ada satu faktor utama yang tidak dapat tergantikan dengan teknologi tersebut.

Apa itu?

Faktor emosi dan ekspresi!

Salah satu klien saya, selalu menggunakan fasilitas email ketika asistensi. Gambar desain saya kirimkan melalui email, kemudian dia akan membalasnya dengan email juga.

Ketikan proses itu berlangsung, saya merasakan adanya sesuatu yang hilang. Ada sesuatu yang tidak memuaskan bagi saya.

Saya tidak dapat membaca ekspresi klien.

Ketika klien mengatakan ‘YA’ di email, saya tidak dapat membaca apakah klien mengatakana ‘YA’ dengan mata berbinar binar, dengan suara penuh semangat dan bahagia.. Atau mengatakan ‘YA’ dengan suara kecil sambil mengarahkan pandangannya ke arah luar.

Dari pengalaman saya ketika asistensi, seringkali arsitek justru menjadi ‘psikolog’ dadakan ketika proses asistensi berlangsung. Seorang arsitek berusaha menangkap esensi pikiran owner dalam proses asistensi. Terkadang diperlukan tarik ulur yang membutuhkan kecakapan dalam membaca klien.

Kata ‘YA’ pada contoh di atas dapat mengandung 2 makna. Kita tidak tahu apakah klien tersebut suka dengan desain kita, atau malah tidak suka sama sekali.

Selain itu, kita juga kesulitan dalam melakukan pendekatan personal. Dalam tatap muka langsung, kita dapat mengatur intonasi nada kita. Kapan kita berbicara pelan, kapan keras, kapan halus, kapan meledak ledak penuh semangat, kapan berbicara lembut tapi terarah.

Teman saya yang bekerja di biro arsitek di ‘negeri Singa’ sering mengalami kesulitan dalam bargaining dengan pihak owner. Klien yang berlokasi di Dubai memilih cara email dan chatting sebagai sarana komunikasi. Berkali kali ide dan saran yang dilontarkan menjadi mentah lagi. Kata kata yang ditulis di chatting seolah olah kehilangan daya magis untuk mengantar klien memasuki daya imajinasi arsitek. Kata kata yang plain. Tanpa bumbu emosi sama sekali.

Teknologi, kadang menjadi teman, kadang kala menjadi bumerang.

6 Tanggapan leave one →
  1. 2009 Maret 13
    life1ssimple permalink

    ah….i cannot agree more …….mungkin di masa depan kita bisa ngobrol lgs lewat hologram kyk di film2 gitu…

  2. 2009 Maret 14

    Apapun teknologinya pasti akan ada yg kurang rasanya kalo gak ketemu langsung…… Hubungan interpersonal gak tergantikan…..

  3. 2009 Maret 14
    erwin4rch permalink

    Hahaha.. memang si psikolog ini pendapatnya sudah bisa kuduga..

  4. 2009 Maret 16

    Ya iya lah…… Masak ya iya dong….. :D

  5. 2009 Maret 19

    ada lagi kelamahannya…..
    udah pernah aku alamin…..
    setelah gambar dikirim lewat email dah udah approved…..

    ga ditransfer bo……
    ilang deh……!!!!
    mo nagih luar kota…..jauh banget…..
    mo neror…..emang kerjaan kita?
    mo maki2…ga ada gunanya……
    mo nangis…ya ngapain…..?

  6. 2009 Maret 19
    erwin4rch permalink

    Waduh Bill ,suatu pengalaman yang so pasti tidak terlupakan. Dan bisa saya pastikan…
    So pasti tidak bakal anda ulangi lagi.
    Thx for sharing with us..
    Meskipun kelihatannya remeh, tetapi saya yakin masih banyak rekan rekan yang bisa tertipu seperti anda.
    Sharing Knowlegde is fun….. ^^

Tinggalkan Balasan

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS