Guestbook
Hai, semua..
Salam kenal. Halaman ini sengaja saya buat sebagai sarana silahturahmi, kongkow-kongkow, bertanya secara bebas tanpa dikekang oleh topik apapun.
Bagi yang bertanya, apabila saya dapat membantu, maka melalui halaman ini saya akan coba untuk membantu semaksimal mungkin.
Jadi, silahkan. Feel free to write your own thought.. Jangan sungkan-sungkan untuk menulis.
Salam, Erwin.
20 Tanggapan
leave one →










Pak, saya salah satu murid bapak di UK Petra.
Saya melihat adanya perkembangan top and down construction (gramedia, gedung wismilak) di Surabaya ini. Nah, tiba2 timbul gagasan apakah konstruksi ini bisa diterapkan pada bangunan tinggi (10lt) atau bangunan bentang lebar? stelah dipikir2 berhari2 kok g nemu apa2 y. mungkin bapak punya saran untuk masukan. thx
Dari sumber yg saya baca, Top-down construction memungkinkan pembangunan lantai atas dan basement secara bersamaan. Ini dikarenakan basement dibuat secara bertahap dengan penggalian (yang sebelumnya diberi retaining wall terlebih dahulu).
Saya juga telah membaca proses dan sistemnya. Tapi kendalanya, kalau dibuat bangunan tinggi (10lt) apakah boleh mengeruk 5lt, kalau yg ada di Surabaya sekarang mengeruk maks 2-3lt, itupun untuk basement. Nah kalau mengeruk cuma 2lt, kan sama saja dengan bangunan tinggi yang sudah ada?
Nah kalau untuk bentang lebar, apakah sistim ini cuma cocok dijadikan basement? Kan juga sama saja dgn yg sudah ada. Kalau dari pengertiannya sih memang untuk menghemat waktu pembangunan, tapi apakah tidak bisa dikembangkan lebih lanjut? Begitulah pak, semoga saya tidak salah persepsi dan kalau salah mohon dimaafkan. Trima kasih banyak
Hai Sherry.
Thx atas ceritanya..
Berdasarkan yang saya ketahui, sistem pembangunan top-down adalah suatu cara untuk membangun lebih cepat dari metode konvensional biasa.
Metoda konvensional biasa akan melakukan proses pembangunan secara berkelanjutan, tahap demi tahap dengan berawal dari bawah. Pembangunan dilakukan secara konvensional dan bertahap.
Berawal dari pondasi, poer, kolom, plat lantai 2 dan seterusnya. Sistem ini memang cocok untuk bangunan yang tidak terlalu kompleks. Rumah tinggal 2 lantai, kantor 3 lantai dapat menggunakan sistem ini.
Masalah mulai timbul ketika bangunan yang ada memang di desain dengan basement. Apalagi basement tersebut sampai 2 lantai ke bawah. Pembangunan basement tentunya memakan waktu yang lama. Berawal dari penggalian tanah, pengesetan bekisting, hingga pada waterproofing.
Padahal di lain pihak, pemilik tentunya memiliki target waktu yang tidak dapat ditawar. Dalam skala besar, biasanya berkaitan dengan bunga bank dan jatuh tempo pinjaman bank. Efisiensi waktu serta waktu peresmian yang sudah ditentukan. Oleh karena kebutuhan tersebut, maka keluarlah alternatif cara pelaksanaan pembangunan dengan top-down construction.
Sepengetahuan saya, tujuan utama dilakukannya sistem tersebut adalah untuk pressing waktu. Sehingga bisa didapatkan output kerja yang banyak dalam waktu singkat. Proses pembangunan basement dan upper structure menjadi bersamaan.
Sehubungan yang anda tanyakan, kenapa tidak langsung 5 lantai ke bawah? Saya kira memang karena kebutuhan mereka adalah 2 lantai saja. Dan untuk mengejar waktu mereka menggunakan sistem tersebut.
Di sisi lain, saya paham maksud anda. Tuntutan kreatifitas kan!
Bila arahnya ke sana, saya kira sistem ini dapat dimodifikasi lebih lanjut. Sementara sih yang terbersit di benak saya lebih ke arah kreatifitas proses pembangunannya. Padahal yang anda butuhkan lebih ke arah kreatifitas desain struktural? (Semoga saya benar..)
Mungkin link ini bisa membantu.. video presentasi desain arsitek USA. Idenya brilian terutama tentang cara pembangunan struktur. http://www.ted.com
Banyak video ide desain bisa kita dapatkan di site tersebut. Lumayan, ibarat nonton presentasi gratis langsung dari orangnya sendiri…
Sedikit note: Semoga anda menggunakan speedy, karena downloadnya cukup besar. (Video sih..)
Ok! Semoga dapat membantu…
Salam untuk semua “eks Merancang AR.500″ yang lain.
Wah pak, terima kasih banyak buat semua masukkannya. saya sudah download dan akan saya pelajari lebih lanjut (maklum, agak berat karena bahasa inggris
)
Sekali lagi terima kasih, semoga ilmu bapak sedikit “nular” di saya he3
Assalamualaikum dik….. abang mampir aja nih sudah lama gak berkunjung ke tempat adik….. he he he……
Mampir aja bang…… he he he…..
Wah…. ganbarnya yg di atas sekarang tambah asyik, lebih nyeni gitu………
Abang Carlos.. Itu di Surabaya Lho.. (Gambar yang di atas..) Hayo dimana..? Hehe.
I feel familiar with the view but still cannot recognize it….. he he he he…….
Salam kenal, saya mampir kesini liat di Webnya mas edo, pak saya mo nanya barangkali punya link atau ebook tentang rumah hemat energi (green home)
Tentang standart “green” bisa anda coba ke link berikut ini.
Standarisasi kategori green by NRDC :
http://www.nrdc.org/buildinggreen/
Atau standarisasi Rating oleh LEED :
http://www.usgbc.org/Default.aspx
nuhun pisan udah di cantumin dalam blogrollnya… semoga tetap selalu bersemangat mengupdate hehehe…nuhun
Iya pak..
Sesama teman kan harus tetap keep in touch. Hehehe..
Sukses selalu.
Halo pak.. saya pingin buat blog tp isinya saya copas dari bapak bole?
Pak Steve, sangat boleh.. sekarang sudah dunia merdeka kok. Setidaknya tulisan-tulisan kecil saya dapat memunculkan inspirasi bagi bapak. Salam. Erwin
Pak Erwin selamat ulang tahun ya… Semoga blognya tambah rame, tulisannya semakin berkualitas dan menginspirasi banyak orang
Sukses ya buat blog dan tulisannya
Selamat Tahun Baru Imlek semoga kebahagiaan selalu beserta anda sekeluarga…….
Terima kasih Abang Carlos..
Maju n semangat terus..
Tampilan baru, cie cie cie…….,
bagus bangunan gereja St.Paulus-Juanda-Surabaya,